5 Juni 2026 | Dilihat: 43 Kali

Dukung Ananda Bersinar, BNN Perkuat Kapasitas Layanan Rehabilitasi Anak dan Remaja.

Dukung Ananda Bersinar, BNN Perkuat Kapasitas Layanan Rehabilitasi Anak dan Remaja.
Tabloidbnn.com..Jakarta, Program Penguatan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) tidak hanya dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui berbagai upaya pencegahan, tetapi juga dengan memperkuat layanan rehabilitasi bagi anak dan remaja yang terpapar penutup narkotika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan rehabilitasi yang berkualitas sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi generasi muda.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNN melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Implementasi Skrining dan Intervensi Singkat pada Anak dan Remaja dengan Instrumen ASSIST-Y (Tes Skrining Keterlibatan Alkohol, Merokok dan Zat untuk Remaja) secara hybrid di PPSDM Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Timur, Rabu (3/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas layanan rehabilitasi dalam mengimplementasikan ASSIST-Y secara tepat pada anak dan remaja yang dihadapkan dengan masalah yang mencakup narkotika, sekaligus membentuk master trainer yang mampu melakukan pelatihan, pendampingan, dan replikasi program di wilayah kerja masing-masing. Pelatihan ini juga mendukung implementasi Program SINARI (Skrining dan Asesmen Narkotika Terintegrasi di Sekolah) sebagai upaya menghadirkan layanan rehabilitasi yang terintegrasi, terstandar, dan berkelanjutan.

Para peserta yang merupakan jajaran Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dibekali pemahaman dan keterampilan dalam penerapan ASSIST-Y sebagai instrumen skrining dan intervensi singkat untuk mengidentifikasi tingkat risiko penggunaan zat pada anak dan remaja. Materi yang diberikan mencakup teknik skrining, interpretasi hasil skrining, hingga penentuan intervensi yang sesuai berdasarkan tingkat risiko yang ditemukan.

Narasumber kegiatan, Dr.dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, Widyaiswara Ahli Utama BNN, menjelaskan bahwa penanganan anak dan remaja memiliki tantangan tersendiri dibandingkan kelompok usia dewasa. Menurutnya, petugas rehabilitasi perlu terlebih dahulu membangun hubungan yang positif dan memperoleh kepercayaan anak maupun remaja agar proses asesmen dan intervensi dapat berjalan secara efektif.

Lebih lanjut, dr. Diah menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik dan kebutuhan khusus anak serta remaja dalam setiap tahapan layanan rehabilitasi. Dengan pendekatan yang tepat, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan dari perlindungan narkotika, tetapi juga membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri, perilaku positif, dan ketahanan diri terhadap pengaruh narkotika.

Melalui kegiatan ini, BNN berharap kualitas layanan rehabilitasi bagi anak dan remaja semakin meningkat di seluruh Indonesia. Penguatan kapasitas petugas rehabilitasi diharapkan dapat mendukung keberhasilan Program Ananda Bersinar dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari perlindungan narkotika.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN